A. Judul Penelitian : Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Unsur-Unsur Bangun Datar dengan
Menggunakan Metode Ekperimen Siswa Kelas V Sekolah Dasar
(Penelitian Tindakan Kelas di Kelas
V SDN SukamulyaKecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya)
B.
Latar Belakang Masalah
Pembelajaran
matematika di tingkat sekolah dasar memiliki peranan yang sangat penting karena
menjadi bekal dasar bagi ( peserta didik) tentang konsep-konsep, aturan serta
kaidah matematika yang benar.
James and James (1976) dalam kamus
matematika mengatakan bahwa’Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai
bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan
lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam bidang yaitu aljabar,
analisis, dan geometri’
Pendapat
tersebut tentunya menuntut seorang guru untuk memiliki tanggung jawab agar
lebih meningkatkan profesionalisme dalam mengajarkan matematika. Tuntutan
profesi tersebut salah satunya kemampuan
guru dalam menerapkan metode,
pendekatan, maupun penggunaan media dan mediadalam pengajaran matematika..
Ternyata pada kenyataan tuntutan tersebut tidak semudah untuk mewujudkannya,
karena masih banyak guru yang cenderung untuk terbiasa dalam rutinitas mengajar
yang didasarkan atas pengalaman dan kebiasaan tanpa mengetahui betapa kompleks
sebenarnya proses belajar mengajar itu. Kondisi seperti itu dapat menjadi salah satu penyebab lemahnya
siswa dalam pemahaman konsep pada pelajaran matematika. Keadaan seperti itu
tidak berbeda dengan pengamatan di lapangan, yaitu di SDN Sukamulya. Guru dalam
mengajarkan matematika dengan cara mengajar yang didasarkan atas pengalaman dan
kebiasaannya serta tanpa menggunakan pembaharuan dalam cara mengajarnya,
ternyata membawa pengaruh pada hasil belajar siswa. Dari data yang diperoleh,
nilai ulangan siswa ternyata masih di bawah terget rata-rata atau Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70, khusus untuk kelas V. Salah satu yang menjadi penyebab hasil
belajar siswa di bawah rata-rata KKM karena siswa belum paham benar terhadap
konsep matematika, misalnya pemahaman konsep pada materi bangun datar siswa
ternyata belum bisa membedakan tiap jenis bangun datar, hal ini membawa
pengaruh pada materi selanjutnya yaitu unsur-unsur bangun datar tentang
menentukan sisi dan titik sudut. Penyebab lainnya yaitu dari cara guru memilih mediayang kurang
tepat dengan materi atau penggunaan mediayang membosankan, sehingga kurang
membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Penggunaan media atau media dalam
pembelajaran memang tidak selalu menjadi jaminan tingginya nilai hasil belajar yang diperoleh siswa, tetapi
setidaknya dengan mediamenjadi jembatan bagi siswa dalam memahami suatu konsep.
Ruseffendi( 1997: 229) mengatakan bahwa “mediayaitu alat untuk menerangkan atau
mewujudkan konsep matematika.” Ruseffendi juga berpendapat, melalui mediasiswa
mendapat kesempatan untuk melihat secara
langsung keteraturan yang terdapat pada benda atau objek yang dipelajari. Oleh
karena itu mediamutlak di perlukan karena matematika merupakan objek abstrak.
Dalam pemilihannya mediaharus disesuaikan dengan tingkat perkembangan
intelektul siswa serta dapat membantu proses belajar mengajar agar pemahaman
suatu konsep dapat meningkat. Sebagai contoh pemilihan Metode Ekperimen yang digunakan dalam menyampaikan materi tentang unsur-unsur bangun datar,
pada siswa Kelas Vsekolah dasar. Penggunaan media kertas berpeta kini bertujuan untuk membantu siswa dalam mempelajari konsep
bangun datar. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam
(
www. peragapendidikan. Com) bahwa Metode Ekperimen adalah
Suatu media untuk membantu memahmi konsep bangun datar, membentuk serta menghitung luas
dan keliling pada geomerti, Metode Ekperimen adalah kertas yang sudah diberi petak dengan ukuran yang sama konsepnya
sama dengan papan berpaku yang terdiri dari landasan plastik yang diberi paku bagian atas dilengkapi
dudukan pengaman karet, dan dilengkapi karet gelang berwarna.
Dari Metode Ekperimen besar kemungkinan guru dapat menciptakan pembelajaran secara kongkret yang
melibatkan siswanya pada aktifitas melakukan ( hands-on) dan berpikir (mind-on).
Karena itu, perlu kiranya suatu usaha untuk
mengatasi kesulitan siswa dalam belajar supaya dapat meningkatkan kemampuannya.
Hal ini melalui sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) . PTK yang akan
dilakukan adalah “ Upaya Meningkatkan
Pemahaman Konsep Unsur-Unsur Bangun Datar dengan Menggunakan Metode
Ekperimen Siswa Kelas V Sekolah Dasar
C.
Rumusan Masalah
Untuk
mempermudah dalam pelaksanaan penelitian, rumusan masalah secara umum adalah” Bagaimanakah
upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimen pada siswa Kelas V di SDN Sukamulya ? “ dan rumusan masalah diperinci dalam
bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1. Bagaimana perencanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan Metode Ekperimen dalam meningkatkan pemahaman siswa Kelas Vtentang konsep unsur-unsur bangun
datar di SDN Sukamulya ?
2. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran
matematika dengan menggunakan Metode Ekperimen dalam meningkatkan pemahaman konsep unsur-unsur bangun datar di Kelas VSDN Sukamulya
?
3. Bagaimana hasil pembelajaran matematika
tentang unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimen di Kelas VSDN Sukamulya ?
D. Pemecahan
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah, disadari oleh guru bahwa kesalahan bukan pada siswa melainkan pada guru
yang jarang menggunakan media dan mediadalam pembelajaran, sehingga pelajaran
matematika yang bersifat non abstak sulit
dimengerti siswa. Berdasarkan latar belakang
tersebut perlu melakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk
memperbaiki proses pembelajaran agar lebih bermakna bagi peserta didik. Secara garis besar permasalahan dengan penelitian tindakan kelas akan
dilaksanakan melalui tindakan reflektif melalui aspek-aspek sebagai berikut:
Tabel 1
No
|
AspekTindakan
|
Indikator
|
a.
|
Membuat dan merancang pembelajaran
tentang unsur-unsur bangun datar dengan Metode Ekperimen
|
Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)
|
b.
|
Meningkatkan kemampuan guru dalam
penggunaan media dalam proses pembelajaran
|
Kompetensi guru dalam menggunakan Metode
Ekperimen untuk menjadikan pembelajaran yang
bermakna bagi siswa
|
c.
|
Meningkatkan pemahaman siswa terhadap
konsep unsur- unsur bangun datar dengan menggunakan Metode
Ekperimen
|
Siswa dapat memahami konsep dari
unsur-unsur bangun datar secara benar.
|
E.
Tujuan
Penelitian
1.
Tujuan Umum Penelitian
Secara umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan
pemahaman konsep siswa dalam belajar tentang unsur- unsur bangun datar, dengan
menggunakan kertas berpetak
sebagai media.
2.
Tujuan Khusus Penelitian
Secara khusus tujuan penelitian ini dirumuskan sbb:
a. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat
rencana pembelajaran matematika dengan
menggunakan Metode Ekperimen
pada materi unsur- unsur
bangun datar di Kelas V SDN Sukamulya
b. Untuk meningkatkan proses KBM pada pembelajaran matematika dengan menggunakan Metode
Ekperimen pada materi unsur- unsur bangun datar diKelas
V SDN Sukamulya
c. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa
pada materi konsep unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimen di Kelas V SDN Sukamulya .
F.
Manfaat Penelitian
Secara rinci manfaat penelitian yang
dilakukan penulis adalah sebagai berikut:
1.
Bagi Siswa
a. Memberikan pengalaman yang berharga bagi
siswa dalam pembelajaran
b. Pembelajaran akan lebih bermakna karena
tidak terpaku pada lembar kerja yang ada pada buku materi
c. Dengan adanya media maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat
2.
Bagi Guru
a. Memberikan pengalaman berupa cara-cara
yang mudah untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran matematika tentang
konsep unsur-unsur bangun datar.
b. Sebagai bahan masukan untuk memperbaiki
dan meningkatkan kualitas pembelajaran pada konsep-konsep bangun datar.
c. Memberikan gambaran pemahaman konsep siswa
dalam pembelajaran unsur- unsur bangun datar.
3.
Bagi Lembaga
a. Memberikan konsrtibusi inspiratif dan
faktual bagi upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika.
b. Mengembangkan fungsi lembaga Sekolah Dasar
sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran serta lembaga penelitian.
G.
Kajian Teori
1. Bangun datar adalah sebutan untuk
bangun-bangun dua dimensi dalam geomerti. Munawati ,F( 2006: 112)
Bangun
datar adalah himpunan titik yang seluruhnya terletak pada satu bidang.Yudiono(
2006:47).
2. Unsur-unsur bangun datar adalah bagian
dari bangun datar, unsur-unsur bangun datar adalah titik sudut dan sisi. Sutopo(
2006:138)
3. Metode Ekperimenadalah benda langsung ayang ada di lingkungan
sekitar
Metode
Ekperimenyang digunakan guru untuk menanamkan konsep unsur-unsur bangun datar misalnya penggaris, pengaris segitiga, buku,
jendela dll
4. Pengelompokkan Bangun Datar
Bangun datar dapat dikelompokkan
berdasarkan bentuknya, pengelompokkan bangun datar menurut bentuknya adalah:
a.
Bangun
Segitiga
( Windayana 2007: 32 ) menyatakan bahwa segitiga merupakan bangun dua dimensi
yang memiliki tiga buah sisi dan memiliki tiga buah sudut
ü Segitiga diklasifikasikan berdasarkan
bentuk dan besar sudutnya adalah:
·
Segitiga
lancip
Adalah segitiga yang besar ketiga sudutnya
kurang dari 90º.
·
Segitiga
siku-siku
Adalah segitiga yang salah satu besar
sudutnya persis/sama dengan 90º
·
Segitiga
tumpul
Adalah segitiga yang salah satu besar
sudutnya lebih dari 90º
ü Sedangkan jenis segitiga bila
diklasifikasikan menurut panjang sisinya adalah :
·
Segitiga
sembarang
Adalah segitiga yang panjang sisi-sisinya
tidak ada yang sama (kongruen). Segitiga sembarang mungkin masuk ke dalam jenis
segitiga lancip atau segitiga tumpul.
·
Segitiga
sama kaki
Adalah segitiga yang paling sedikit
terdapat dua sisi yang saling sama panjang (kongruen). Segitiga sama kaki
mungkin jenis segitiga lancip, siku-siku atau segitiga tumpul.
·
Segitiga
sama kaki
Adalah segitiga yang ketiga sisinya sama
panjang (kongruen). Segitiga sama sisi bentuknya selalu segitiga lancip . Windayana(
2007: 32 )
Berikut adalah contoh
beberapa gambar bangun segitiga :
Gambar 1
![]() |
|||
![]() |
|||
b.
Bangun
Segiempat
Segiempat merupakan bangun dua
dimensi yang memiliki empat buah sisi dan memiliki empat buah sudut.
Windayana (2007: 42) menyatakan bahwa segiempat ditentukan oleh empat buah ruas garis dan empat buah titik dengan tiga sudut tidak
koliner. Empat buah ruas garis tersebut beririsan pada titik-titik ujungnya.
Dengan kata lain sebuah segiempat mempunyai empat buah sisi, empat buah titik
sudut, dan empat buah sudut.
Segi
empat dapat diklasifikasikan antara lain:
·
Segiempat
sembarang
Adalah bangunan geometri yang di bentuk
oleh empat sisi yang setiap sepasangnya bertemu di satu titik Panjang dan
kedudukan sisi-sisi dari segiempat jenis ini tidak beraturan.Artinya tidak stu
pasang sisipun yang memiliki kedudukan sejajar maupun sama panjang.
·
Trapesium
Adalah segiempat khusus.Kekhususan yang
dimiliki oleh trapesium
yaitu
segiempat yang minmal mempunyai sepasang sisi sejajar
Trapesium dapat di bedakan ke dalam
beberapa jenis di antaranya:
ü Trapesium Sembarang
Trapesium sembarang adalah segiempat yang
memiliki minimal sepasang sisi sejajar dengan psnjang tidaksama serta
sudut-sudutnya tidak ada yang sama dengan 90º.
ü Trapesium Siku-siku
Trapesium siku-siku adalah segiempat yang
memiliki minimal sepasang sisi sejajar
dan dua sudut yang besarnya sama dengan 90º.
ü Trapesium
Sama Kaki
Trapesium sama kaki adalah segiempat yang
minimal mempunyai sepasang sisi sejajar dan panjang sisi yang menghubungkan
sisi-sisi tersebut sama panjang.
·
Jajargenjang
Adalah segiempat yang memiliki dua pasaang
sisi berhadapan saling sejajar.
·
Belahketupat
Adalah segiempat yang khusus.Kekhususan belah ketupat terletak
Pada panjang sisi-sisinya. Sehingga
belahketupat adalah
jajargenjang
yang panjang keempat sisinya sama.
·
Persegipanjang
Selain belahketupat sebagai
jajargenjangyang khusus. Persegipanjang
Juga adalah jajargenjang.
Persegipanjang adalah jajargenjang yang
besar keempat sudutnya 90’.
·
Persegi
Adalah persegipanjang yang keempat sisinya
sama panjang.
·
Layang-layang
Bentuk segiempat yang lain adalah
layang-layang.
Layang-layang adalah segiempat yang
mempunyai sisi yang berdekatan sama panjang dan potongan kedua diagonalnya
tegak lurus. Windayana( 2007: 42).
Berikut
adalah contoh beberapa gambar bangun segi empat
Gambar 2
![]() |
![]() |
||||||
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
Gambar 3
Bangun segitiga dan
segi empat pada kertas berpetak
![]() |
|||||||||
![]() |
|||||||||
H.
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan rencana pemecahan
masalah maka hipotesis tindakan secara umum dirumuskan sebagai berikut :
“Jika guru menggunakan Metode Ekperimen, maka
pemahaman konsep tentang unsur-unsur
bangun datar pada siswa Kelas VSDN Sukamulya
akan meningkat”
I. Rencana dan Prosedur Penelitian
A. Tempat/Waktu dan Subjek
Penelitian
a. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di
SDN Sukamulya Kecamatan Bungursari
Kota Tasikmalaya.
b. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 yang
berjumlah 30 orang, terdiri dari 19 orang laki-laki dan 11 orang perempuan.
B.
Prosedur Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam bentuk proses berdaur (siklus). Setiap siklus terdiri
dari tahapan (fase), tahapan atau fase tersebut antara lain: perencanaan (planing), tindakan (action), pengamatan (observation)
dan refeksi (reflekction).Tiap siklus
dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Untuk melihat sampai
sejauh mana siswa mampu menyelesaikan tentang unsur-unsur bangun datar maka
penulis memberikan tes kepada siswa.yang dilakukan untuk mengetahui tindakan
yang tepat dan diberikan untuk mengoptimalkan kemampuan siswa dalam
menyelesaikan soal tentang unsur-unsur bangun datar sebelum menggunakan mediapapan
berpaku
Berdasarkan hasil evaluasi dan observasi awal maka
refleksi ditetapkan bahwa tindakan yang diperguna untuk mengoptimalkan
kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal tentang unsur-unsur bangun datar
dengan menggunakan mediaMetode Ekperimenmaka dilakukan langkah-langkah sebagai
berikut:
1. Orientasi dan identifikasi masalah
Tahap orientasi merupakan
tahap awal dalam kegiatan penelitian.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai
berikut :
a. Melakukan kegiatan orientasi dan observasi
dalam pelaksanaan pengajaran matematika di SD Negeri Sukamulya Kecamatan Bungursari
Kota Tasikmalaya.
b. Mengidentifikasi dan menetapkan prioritas
dari sejumlah masalah pengajaran matematika di Kelas VSD Negeri Sukamulya Kecamatan
Bungursari Kota Tasikmalaya.
2. Perencanaan Tindakan Kelas
Perencanaan tindakan penelitian dilakukan
berdasarkan hasil orientasi dan identifikasi masalah pengajaran unsur-unsur
bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimensebagai alat peraga
a. Membicarakan rencana penelitian tindakan
kelas sebagai upaya peningkatan efektifitas pengajaran matematika.
b. Membicarakan tentang masalah-masalah
matematika terutama masalah konsep unsur-unsur bangun datar
c. Memperkenalkan tehnik penggunaan mediapapan
berpaku
d. Menyusun rencana tindakan penelitian
dibagi ke dalam tiga siklus yaitu siklus I,II dan III.
3. Pelaksanaan Tindakan Penelitian
Dalam pelaksanaan, guru
melaksanakan tindakan pembelajaran berdasarkan pada perencanaan pengajaran yang
telah ditetapkan. Selain itu, guru juga harus melakukan pengamatan terhadap
proses pelaksanaan pembelajaran dan mencatat semua temuan selama penelitian.
Adapun tahapan-tahapan untuk lebih jelasnya
prosedur penelitiannya antara lainsebagai berikut:
a) Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran
meliputi kegiatan :
1. Membuat RPP pembelajaran matematika
tentang konsep unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimensebagai
alat peraga
2. Membuat lembar observasi untuk mengetahui
pelaksanaan pembelajaran.
3. Membuat soal evaluasi untuk mengetahui
kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal tentang konsep unsur-unsur bangun
datar
b) Pelaksanaan Pembelajaran
c) Dalam pelaksanaan pembelajaran,
dilaksanakan tindakan pembelajaran berdasarkan rencana pembelajaran yang telah
ditetapkan. Selama proses pelaksanaan pembelajaran penulis mencatat segala
temuan khusus yng berhubungan dengan fokus penelitian.
d) Observasi Pembelajaran
Observasi yang dilaksanakan mencatat semua yang terjadi
dalam pembelajaran, terutama hal-hal yang telah disepakati bersama dalam upaya
pengumpulan data. Hasil observasi yang berupa data, segera diberikan kepada
pelaku tindakan dan di diskusikan agar segera di ketahui apa yang sudah
tercapai dan apa yang belum tercapai.
e)
Refleksi
Hasil yang didapat dari observasi dikumpulkan serta
dianalisis untuk merefleksi apakah kegiatan yang dilaksanakan telah dapat
mengoptimalkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal tentang konsep
unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimensebagai alat
peraga.
Analisis data dilakukan dengan cara memeriksa lembar
pengamatan yang menggunakan alat yaitu instumen penilaian aktivitas
guru dan aktivitas siswa,
catatan-catatan pelengkap data selama pengamatan, Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) dan mengkaji hasil kegiatan siswa dalam KBM. Selanjutnya Hasil refleksi dari tindakan
peneliti dijadikan sebagai rekomendasi hasil penelitian dan bahan perencanaan
tindakan peneliti selanjutnya. Tahapan tadi diatas menjadi acuan dalam
melaksanakan tindakan penelitian selanjutnya sampai berhasil atau sampai sesuai
dengan target yang telah direncanakan.
Berikut digambarkan iktisar siklus tindakan pada
penelitian:
Alur PTK Konsep Unsur-unsur
Bangun Datar
|
1) Data awal
a. Aktifitas siswa dalam belajar
b. Aktifitas Guru dalam mengajar
c. Nilai pos tes matematika
2) Rencana Awal Tindakan berdasarkan Data
Awal
a. Pembelajaran dengan menggunakan Metode
Ekperimen
b. Membuat Rencana Pembelajaran dengan
menggunakan Metode Ekperimen
c. Membuat lembar soal untuk pretes dan
postes Membuat lembar observasi untuk mengamati proses kegiatan penelitian
3) Pelaksanaan Tindakan I
a. Melaksanakan skenario pembelajaran yang
telah direncanakan dengan penggunaan Metode Ekperimen
b. Mengobservasi pelaksanaan tindakan I
dengan menggunakan lembar observasi
4) Refleksi terhadap Tindakan I
Merefleksi data awal
a. Skenario pembelajaran
b. Aktifitas belajar siswa
c. Aktifitas guru dalam mengajar
d. Hasil evaluasi siswa
5) Rencana Tindakan II
a. Perbaikan skenario pembelajaran sesuai
hasil refleksi tindakan I
b. Membuat lembar soal untuk postes
6) Pelaksanaan Tindakan II
a. Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai
dengan rencana pembelajaran
b. Mengobservasi pelaksanaan tindakan II
7) Refleksi terhadap Tindakan II
Merefleksi hasil observasi
antara lain:
a. Skenario pembelajaran
b. Aktifitas belajar siswa
c. Aktifitas guru dalam mengajar
d. Hasil evaluasi siswa
8) Rencana Tindakan III
a. Perbaikan skenario pembelajaran sesuai
dengan hasil refleksi tindakan II
b. Membuat soal postes
9) Pelaksanaan Tindakan III
a. Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai
dengan rencana pembelajaran
b. Mengobservasi pelaksanaan tindakan III
10) Refleksi terhadap Tindakan III
a. Skenario pembelajaran
b. Aktifitas belajar siswa
c. Aktifitas guru dalam mengajar
J. Jadwal Penelitian
Penelitian ini
direncanakan selama 2 bulan dari bulan Pebruari-Maret 2012
Tabel 2
Kegiatan
|
Bulan
|
|||||||
Pebruari
|
Maret
|
|||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
A. Persiapan
|
||||||||
Observasi
Awal
|
||||||||
Konsultasi
Judul
|
||||||||
Penyusunan
Proposal
|
||||||||
B. Pelaksanaan
|
||||||||
Pembuatan
Instrumen
|
||||||||
Pembelajaran
Berdasarkan Siklus
|
||||||||
C. Laporan
|
||||||||
Penulisan
PTK Bab I - V
|
||||||||
Penyelesaian
PTK
|
||||||||
DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas,
(2000). Pedoman Pembuatan dan Penggunaan
Alat Peraga/Praktik Mata
Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar. Jakarta Dirjen Didaksmen
Kurikulum, (2004). Matematika Sekolah Dasar. Jakarta Dirjen Didaksemen.
Mahrum, (2006). Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang
Konsep Bangun Ruang dengan Menggunakan Alat Bantu Karton dalam Pembelajaran
Matematika di Sekolah Dasar. Skripsi Sarjana pada FIP UPI Kampus
Tasikmalaya tidak dipublikasikan.
Russeffendi, E.T, (1996). Pendidikan Matematika 5
Soetopo, dan Munawati
Fitriyah, (2004). Matematika Progresif
untuk SD kelas 5. Widiya Utama. Jakarta
Suryasbrata, dan Sumardi. Metodologi Pendidikan. Jakarta
Universitas Gajah Mada. Manajemen PT. Raya Grafindo Perioda.
Sutopo, dan Munawati
Fitriyah, (2004) . Matematika
Progresif untuk SD kelas 5.
Jakarta. Widiya Utama.
TIM MKPBM jurusan
pendidikan, (2001). Strategi Pembelajaran
Matematika Konterporer.
Titik
Sudut, ( www.nanikira .files.worldpress.com/2009)
UPI, (2007). Pedoman
Penulisan Karya Ilmiah, Universitas Pelora dan Unggul
UPTD Kec. Bungursari (2007) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
Windayana , H
(2007) Geometri dan Pengukuran.Bandung
UPI Press
Yudiono, (2006) Cara cepat
Berhitung dan Rumus-rumus matematika
UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN
KONSEP UNSUR-UNSUR BANGUN DATAR
DENGAN MENGGUNAKAN
METODE EKPERIMEN
SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
(Penelitian
Tindakan Kelas di Kelas VSDN Sukamulya
Kecamatan Bungursari
Kota Tasikmalaya)
PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS

DISUSUN OLEH
ADE WOWON,
S.Pd
NO Peserta.
SD NEGERI SUKAMULYA
KECAMATAN BUNGURSARI
KOTA TASIKMALAYA
LEMBAR PENGESAHAN
PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA
MENINGKATKAN PEMAHAMAN
KONSEP
UNSUR-UNSUR BANGUN DATAR
DENGAN MENGGUNAKAN METODE
EKPERIMEN
SISWA KELAS
VSEKOLAH DASAR
(Penelitian
Tindakan Kelas di Kelas VSDN Sukamulya
Kecamatan Bungursari
Kota Tasikmalaya)
Oleh :
ADE WOWON,
S.Pd
NO Peserta.
Disahkan Oleh :
Kepala Sekolah
SDN Sukamulya
MINTARSIH, S.Pd
NIP.
DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan
Daftar isi
A.
Judul
…………………………………………………………………….. 1
B.
Latar
Belakang Masalah ………………………………………………... 1
C.
Rumusan
Masalah ………………………………………………………. 3
D.
Pemecahan
Masalah ……………………………………………………. 4
E.
Tujuan
Penelitian ………………………………………………………. 5
F.
Manfaat
Penelitian ……………………………………………………… 6
G.
Kajian
Teori …………………………………………………………...... 7
H.
Hipotesis
Tindakan …………………………………………………….. 10
I.
Rencana
dan Prosedur Penelitian …………………………………….. 11
J.
Jadwal
Penelitian ……………………………………………………… 17
Daftar Pustaka
………………………………………………………… 18
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis
panjatkan ke Hadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada
kita. Hanya dengan rahmat dan ijin-Nya penulis dapat menyelesaikan Proposal PTK
ini
Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam menyelesaikan penulisan proposal PTK ini, terutama kepada
Ibu Kepala Sekolah yang telah membimbing kami sehingga proposal PTK ini bisa selesai.
Kami sadar bahwa proposal PTK ini masih jauh dari
sempurna, oleh karena itu saran dan koreksi dari semua pihak kami tunggu,
mudah-mudahan proposal PTK ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya.
Semoga semua
bantuan yang telah di sumbangkan menjadi amal saleh dan mendapatkan balasan
yang berlipat ganda dari Allah SWT, Amiin.
Tasikmalaya , 2012
Penulis
http.//.adewowon.blogspot.com







