Sabtu, 16 Februari 2013

proposal ptk


A. Judul Penelitian : Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Unsur-Unsur Bangun Datar dengan Menggunakan Metode Ekperimen Siswa  Kelas V Sekolah Dasar
(Penelitian Tindakan Kelas di Kelas V SDN SukamulyaKecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya)

B.       Latar Belakang Masalah
        Pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar memiliki peranan yang sangat penting karena menjadi bekal dasar bagi ( peserta didik) tentang konsep-konsep, aturan serta kaidah matematika yang benar.
 James and James (1976) dalam kamus matematika mengatakan bahwa’Matematika adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu dengan lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam bidang yaitu aljabar, analisis, dan geometri’

 Pendapat tersebut tentunya menuntut seorang guru untuk memiliki tanggung jawab agar lebih meningkatkan profesionalisme dalam mengajarkan matematika. Tuntutan profesi tersebut salah satunya kemampuan  guru  dalam menerapkan metode, pendekatan, maupun penggunaan media dan mediadalam pengajaran matematika.. Ternyata pada kenyataan tuntutan tersebut tidak semudah untuk mewujudkannya, karena masih banyak guru yang cenderung untuk terbiasa dalam rutinitas mengajar yang didasarkan atas pengalaman dan kebiasaan tanpa mengetahui betapa kompleks sebenarnya proses belajar mengajar itu. Kondisi seperti itu  dapat menjadi salah satu penyebab lemahnya siswa dalam pemahaman konsep pada pelajaran matematika. Keadaan seperti itu tidak berbeda dengan pengamatan di lapangan, yaitu di SDN Sukamulya. Guru dalam mengajarkan matematika dengan cara mengajar yang didasarkan atas pengalaman dan kebiasaannya serta tanpa menggunakan pembaharuan dalam cara mengajarnya, ternyata membawa pengaruh pada hasil belajar siswa. Dari data yang diperoleh, nilai ulangan siswa ternyata masih di bawah terget rata-rata atau Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70, khusus untuk kelas V.  Salah satu yang menjadi penyebab hasil belajar siswa di bawah rata-rata KKM karena siswa belum paham benar terhadap konsep matematika, misalnya pemahaman konsep pada materi bangun datar siswa ternyata belum bisa membedakan tiap jenis bangun datar, hal ini membawa pengaruh pada materi selanjutnya yaitu unsur-unsur bangun datar tentang menentukan sisi dan titik sudut. Penyebab lainnya  yaitu dari cara guru memilih mediayang kurang tepat dengan materi atau penggunaan mediayang membosankan, sehingga kurang membangkitkan motivasi siswa dalam belajar. Penggunaan media atau media dalam pembelajaran memang tidak selalu menjadi jaminan tingginya nilai  hasil belajar yang diperoleh siswa, tetapi setidaknya dengan mediamenjadi jembatan bagi siswa dalam memahami suatu konsep. Ruseffendi( 1997: 229) mengatakan bahwa “mediayaitu alat untuk menerangkan atau mewujudkan konsep matematika.” Ruseffendi juga berpendapat, melalui mediasiswa mendapat kesempatan untuk melihat  secara langsung keteraturan yang terdapat pada benda atau objek yang dipelajari. Oleh karena itu mediamutlak di perlukan karena matematika merupakan objek abstrak. Dalam pemilihannya mediaharus disesuaikan dengan tingkat perkembangan intelektul siswa serta dapat membantu proses belajar mengajar agar pemahaman suatu konsep dapat meningkat. Sebagai contoh pemilihan Metode Ekperimen yang digunakan dalam menyampaikan materi tentang unsur-unsur bangun datar, pada siswa Kelas Vsekolah dasar. Penggunaan media kertas berpeta kini bertujuan untuk membantu siswa dalam mempelajari  konsep  bangun datar. Pernyataan tersebut diungkapkan dalam
 ( www. peragapendidikan. Com) bahwa Metode Ekperimen adalah
    Suatu media untuk membantu memahmi konsep bangun datar, membentuk serta menghitung luas dan keliling pada geomerti, Metode Ekperimen adalah kertas yang sudah diberi petak dengan ukuran yang sama konsepnya sama dengan papan berpaku yang terdiri dari landasan plastik yang diberi paku bagian atas dilengkapi dudukan pengaman karet, dan dilengkapi karet gelang berwarna.

Dari Metode Ekperimen besar kemungkinan guru dapat menciptakan pembelajaran secara kongkret yang melibatkan siswanya pada aktifitas melakukan ( hands-on) dan berpikir (mind-on).
 Karena itu, perlu kiranya suatu usaha untuk mengatasi kesulitan siswa dalam belajar supaya dapat meningkatkan kemampuannya. Hal ini melalui sebuah penelitian tindakan kelas (PTK) . PTK yang akan dilakukan adalah “ Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Unsur-Unsur Bangun Datar dengan Menggunakan Metode Ekperimen Siswa Kelas V Sekolah Dasar

C.           Rumusan Masalah
          Untuk mempermudah dalam pelaksanaan penelitian, rumusan masalah secara umum adalah” Bagaimanakah upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimen  pada siswa Kelas V di SDN Sukamulya ? “ dan rumusan masalah diperinci dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1.  Bagaimana perencanaan pembelajaran  matematika  dengan menggunakan Metode Ekperimen dalam meningkatkan pemahaman siswa Kelas Vtentang konsep unsur-unsur bangun datar di  SDN Sukamulya ?
2.  Bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika dengan menggunakan Metode Ekperimen dalam meningkatkan pemahaman konsep unsur-unsur bangun datar di Kelas VSDN Sukamulya ?
3.  Bagaimana hasil pembelajaran matematika tentang unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimen di  Kelas VSDN Sukamulya ?

D.  Pemecahan Masalah
      Berdasarkan latar belakang masalah, disadari oleh guru bahwa kesalahan bukan pada siswa melainkan pada guru yang jarang menggunakan media dan mediadalam pembelajaran, sehingga pelajaran matematika yang bersifat non abstak sulit dimengerti siswa. Berdasarkan latar belakang  tersebut perlu melakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran agar lebih bermakna bagi peserta didik. Secara garis besar permasalahan dengan penelitian tindakan kelas akan dilaksanakan melalui tindakan reflektif melalui aspek-aspek sebagai berikut:





Tabel 1
No
AspekTindakan
Indikator
a.
Membuat dan merancang pembelajaran tentang unsur-unsur bangun datar dengan Metode Ekperimen
Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
b.
Meningkatkan kemampuan guru dalam penggunaan media dalam proses pembelajaran
Kompetensi guru dalam menggunakan Metode Ekperimen untuk menjadikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa
c.
Meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep unsur- unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimen
Siswa dapat memahami konsep dari unsur-unsur bangun datar secara benar.


E.    Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum Penelitian
Secara umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa dalam belajar tentang unsur- unsur bangun datar, dengan menggunakan kertas berpetak sebagai media.
2.      Tujuan Khusus Penelitian
      Secara khusus tujuan penelitian ini dirumuskan sbb:
a.        Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat rencana pembelajaran  matematika dengan menggunakan Metode Ekperimen pada materi unsur- unsur bangun datar di Kelas V SDN Sukamulya
b.      Untuk meningkatkan proses KBM pada  pembelajaran matematika dengan menggunakan Metode Ekperimen pada materi unsur- unsur bangun datar diKelas V SDN Sukamulya
c.       Untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi konsep unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan  Metode Ekperimen di Kelas V SDN Sukamulya .

F.       Manfaat Penelitian
Secara rinci manfaat penelitian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:
1.      Bagi Siswa
a.       Memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa dalam pembelajaran
b.      Pembelajaran akan lebih bermakna karena tidak terpaku pada lembar kerja yang ada pada buku materi
c.       Dengan adanya media maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat
2.      Bagi Guru
a.       Memberikan pengalaman berupa cara-cara yang mudah untuk mengatasi permasalahan dalam pembelajaran matematika tentang konsep unsur-unsur bangun datar.
b.      Sebagai bahan masukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran pada konsep-konsep bangun datar.
c.       Memberikan gambaran pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran unsur- unsur bangun datar.
3.      Bagi Lembaga
a.       Memberikan konsrtibusi inspiratif dan faktual bagi upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika.
b.      Mengembangkan fungsi lembaga Sekolah Dasar sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran serta lembaga penelitian.

G.      Kajian Teori
1.    Bangun datar adalah sebutan untuk bangun-bangun dua dimensi dalam geomerti.  Munawati ,F( 2006:  112)      
Bangun datar adalah himpunan titik yang seluruhnya terletak pada satu bidang.Yudiono( 2006:47).
2.    Unsur-unsur bangun datar adalah bagian dari bangun datar, unsur-unsur bangun datar adalah titik sudut dan sisi. Sutopo( 2006:138)
3.    Metode Ekperimenadalah benda langsung ayang ada di lingkungan sekitar
Metode Ekperimenyang digunakan guru untuk menanamkan konsep unsur-unsur bangun datar misalnya penggaris, pengaris segitiga, buku, jendela dll
4.    Pengelompokkan  Bangun Datar
Bangun datar dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya, pengelompokkan bangun datar menurut bentuknya adalah:
a.         Bangun Segitiga
( Windayana 2007: 32 ) menyatakan  bahwa segitiga merupakan bangun dua dimensi yang memiliki tiga buah sisi dan memiliki tiga buah sudut
ü  Segitiga diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan besar sudutnya adalah:
·           Segitiga lancip
Adalah segitiga yang besar ketiga sudutnya kurang dari 90º.
·           Segitiga siku-siku
Adalah segitiga yang salah satu besar sudutnya persis/sama dengan 90º
·           Segitiga tumpul
Adalah segitiga yang salah satu besar sudutnya lebih dari 90º
ü  Sedangkan jenis segitiga bila diklasifikasikan menurut panjang sisinya adalah :
·           Segitiga sembarang
Adalah segitiga yang panjang sisi-sisinya tidak ada yang sama (kongruen). Segitiga sembarang mungkin masuk ke dalam jenis segitiga lancip atau segitiga tumpul.

·           Segitiga sama kaki
Adalah segitiga yang paling sedikit terdapat dua sisi yang saling sama panjang (kongruen). Segitiga sama kaki mungkin jenis segitiga lancip, siku-siku atau segitiga tumpul.
·           Segitiga sama kaki
Adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang (kongruen). Segitiga sama sisi bentuknya selalu segitiga lancip . Windayana( 2007: 32 )

Berikut adalah contoh beberapa gambar bangun segitiga :

Gambar 1








b.        Bangun Segiempat
Segiempat merupakan bangun dua dimensi yang memiliki empat buah sisi dan memiliki empat buah sudut.
Windayana (2007: 42) menyatakan  bahwa segiempat  ditentukan oleh empat buah ruas garis  dan empat buah titik dengan tiga sudut tidak koliner. Empat buah ruas garis tersebut beririsan pada titik-titik ujungnya. Dengan kata lain sebuah segiempat mempunyai empat buah sisi, empat buah titik sudut, dan empat buah sudut.

Segi empat dapat diklasifikasikan antara lain:
·           Segiempat sembarang
Adalah bangunan geometri yang di bentuk oleh empat sisi yang setiap sepasangnya bertemu di satu titik Panjang dan kedudukan sisi-sisi dari segiempat jenis ini tidak beraturan.Artinya tidak stu pasang sisipun yang memiliki kedudukan sejajar maupun sama panjang.
·            Trapesium
Adalah segiempat khusus.Kekhususan yang dimiliki oleh trapesium
yaitu  segiempat yang minmal mempunyai sepasang sisi sejajar
Trapesium dapat di bedakan ke dalam beberapa jenis di antaranya:
ü  Trapesium Sembarang
Trapesium sembarang adalah segiempat yang memiliki minimal sepasang sisi sejajar dengan psnjang tidaksama serta sudut-sudutnya tidak ada yang sama dengan 90º.
ü  Trapesium Siku-siku
Trapesium siku-siku adalah segiempat yang memiliki minimal    sepasang sisi sejajar dan dua sudut yang besarnya sama dengan 90º.
ü  Trapesium  Sama Kaki
Trapesium sama kaki adalah segiempat yang minimal mempunyai sepasang sisi sejajar dan panjang sisi yang menghubungkan sisi-sisi tersebut sama panjang.
·            Jajargenjang
Adalah segiempat yang memiliki dua pasaang sisi berhadapan saling sejajar.
·            Belahketupat
 Adalah segiempat yang khusus.Kekhususan belah ketupat terletak
 Pada panjang sisi-sisinya. Sehingga belahketupat adalah
 jajargenjang   yang  panjang keempat  sisinya sama.
·           Persegipanjang
Selain belahketupat sebagai jajargenjangyang khusus. Persegipanjang
Juga adalah jajargenjang.
Persegipanjang adalah jajargenjang yang besar keempat sudutnya 90’.
·           Persegi
Adalah persegipanjang yang keempat sisinya sama panjang.
·           Layang-layang
Bentuk segiempat yang lain adalah layang-layang.
Layang-layang adalah segiempat yang mempunyai sisi yang berdekatan sama panjang dan potongan kedua diagonalnya tegak lurus. Windayana( 2007: 42).

Berikut adalah contoh beberapa gambar bangun segi empat
Gambar 2








Gambar 3
Bangun segitiga dan segi empat pada kertas berpetak

































































































































































H.      Hipotesis Tindakan
Berdasarkan rencana pemecahan masalah maka hipotesis tindakan secara umum dirumuskan sebagai berikut :
 “Jika guru menggunakan Metode Ekperimen, maka pemahaman konsep   tentang unsur-unsur bangun datar pada  siswa Kelas VSDN Sukamulya akan meningkat”


I. Rencana dan Prosedur Penelitian
A. Tempat/Waktu dan Subjek Penelitian
a. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan  di SDN Sukamulya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya.
b. Subjek Penelitian
Subjek penelitian adalah siswa kelas 5  yang berjumlah 30 orang, terdiri dari 19 orang laki-laki dan 11 orang perempuan.

B. Prosedur Penelitian
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan dalam bentuk proses berdaur (siklus). Setiap siklus terdiri dari tahapan (fase), tahapan atau fase tersebut antara lain: perencanaan (planing), tindakan (action), pengamatan (observation) dan refeksi (reflekction).Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Untuk melihat sampai sejauh mana siswa mampu menyelesaikan tentang unsur-unsur bangun datar maka penulis memberikan tes kepada siswa.yang dilakukan untuk mengetahui tindakan yang tepat dan diberikan untuk mengoptimalkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal tentang unsur-unsur bangun datar sebelum menggunakan mediapapan berpaku
Berdasarkan hasil evaluasi dan observasi awal maka refleksi ditetapkan bahwa tindakan yang diperguna untuk mengoptimalkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal tentang unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan mediaMetode Ekperimenmaka dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:


1.      Orientasi dan identifikasi masalah
Tahap orientasi merupakan tahap awal dalam kegiatan penelitian.            Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah sebagai berikut :
a.       Melakukan kegiatan orientasi dan observasi dalam pelaksanaan pengajaran matematika di SD Negeri Sukamulya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya.
b.      Mengidentifikasi dan menetapkan prioritas dari sejumlah masalah pengajaran matematika di Kelas VSD Negeri Sukamulya Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya.
2.      Perencanaan Tindakan Kelas
Perencanaan tindakan penelitian dilakukan berdasarkan hasil orientasi dan identifikasi masalah pengajaran unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimensebagai alat peraga
a.   Membicarakan rencana penelitian tindakan kelas sebagai upaya peningkatan efektifitas pengajaran matematika.
b.  Membicarakan tentang masalah-masalah matematika terutama masalah konsep unsur-unsur bangun datar
c.   Memperkenalkan tehnik penggunaan mediapapan berpaku
d.  Menyusun rencana tindakan penelitian dibagi ke dalam tiga siklus yaitu siklus I,II dan III.


3.      Pelaksanaan Tindakan Penelitian
Dalam pelaksanaan, guru melaksanakan tindakan pembelajaran berdasarkan pada perencanaan pengajaran yang telah ditetapkan. Selain itu, guru juga harus melakukan pengamatan terhadap proses pelaksanaan pembelajaran dan mencatat semua temuan selama penelitian.
Adapun tahapan-tahapan untuk lebih jelasnya prosedur penelitiannya antara lainsebagai berikut:
a)      Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran meliputi kegiatan :
1.      Membuat RPP pembelajaran matematika tentang konsep unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimensebagai alat peraga
2.      Membuat lembar observasi untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran.
3.      Membuat soal evaluasi untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal tentang konsep unsur-unsur bangun datar
b)      Pelaksanaan Pembelajaran
c)      Dalam pelaksanaan pembelajaran, dilaksanakan tindakan pembelajaran berdasarkan rencana pembelajaran yang telah ditetapkan. Selama proses pelaksanaan pembelajaran penulis mencatat segala temuan khusus yng berhubungan dengan fokus penelitian.
d)     Observasi Pembelajaran
Observasi yang dilaksanakan mencatat semua yang terjadi dalam pembelajaran, terutama hal-hal yang telah disepakati bersama dalam upaya pengumpulan data. Hasil observasi yang berupa data, segera diberikan kepada pelaku tindakan dan di diskusikan agar segera di ketahui apa yang sudah tercapai dan apa yang belum tercapai.
e)      Refleksi
Hasil yang didapat dari observasi dikumpulkan serta dianalisis untuk merefleksi apakah kegiatan yang dilaksanakan telah dapat mengoptimalkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal tentang konsep unsur-unsur bangun datar dengan menggunakan Metode Ekperimensebagai alat peraga.
Analisis data dilakukan dengan cara memeriksa lembar pengamatan yang menggunakan alat yaitu instumen penilaian  aktivitas  guru dan aktivitas  siswa, catatan-catatan pelengkap data selama pengamatan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan mengkaji hasil kegiatan siswa dalam KBM.  Selanjutnya Hasil refleksi dari tindakan peneliti dijadikan sebagai rekomendasi hasil penelitian dan bahan perencanaan tindakan peneliti selanjutnya. Tahapan tadi diatas menjadi acuan dalam melaksanakan tindakan penelitian selanjutnya sampai berhasil atau sampai sesuai dengan target yang telah direncanakan.
Berikut digambarkan iktisar siklus tindakan pada penelitian:







Alur PTK Konsep Unsur-unsur Bangun Datar

d. Refleksi
a)  Merefleksi rencana pembelajaran
b)  Merefleksi kegiatan siswa dalam     belajar
c)    Merefleksi kegiatan guru dalam mengajar
d)   Merefleksi hasil evaluasi siswa

 
Bagan 1
 
























1)      Data awal
a.    Aktifitas siswa dalam belajar
b.    Aktifitas Guru dalam mengajar
c.    Nilai pos tes matematika
2)      Rencana Awal Tindakan berdasarkan Data Awal
a.    Pembelajaran dengan menggunakan Metode Ekperimen
b.    Membuat Rencana Pembelajaran dengan menggunakan Metode Ekperimen
c.    Membuat lembar soal untuk pretes dan postes Membuat lembar observasi untuk mengamati proses kegiatan penelitian
3)      Pelaksanaan Tindakan I
a.    Melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan dengan penggunaan Metode Ekperimen
b.    Mengobservasi pelaksanaan tindakan I dengan menggunakan lembar observasi
4)      Refleksi terhadap Tindakan I
Merefleksi data awal
a.    Skenario pembelajaran
b.    Aktifitas belajar siswa
c.    Aktifitas guru dalam mengajar
d.   Hasil evaluasi siswa
5)      Rencana Tindakan II
a.    Perbaikan skenario pembelajaran sesuai hasil refleksi tindakan I
b.    Membuat lembar soal untuk postes
6)      Pelaksanaan Tindakan II
a.    Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran
b.    Mengobservasi pelaksanaan tindakan II
7)      Refleksi terhadap Tindakan II
Merefleksi hasil observasi antara lain:
a.    Skenario pembelajaran
b.    Aktifitas belajar siswa
c.    Aktifitas guru dalam mengajar
d.   Hasil evaluasi siswa
8)      Rencana Tindakan III
a.    Perbaikan skenario pembelajaran sesuai dengan hasil refleksi tindakan II
b.    Membuat soal postes
9)      Pelaksanaan Tindakan III
a.    Melaksanakan skenario pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran
b.    Mengobservasi pelaksanaan tindakan III
10)  Refleksi terhadap Tindakan III
a.    Skenario pembelajaran
b.    Aktifitas belajar siswa
c.    Aktifitas guru dalam mengajar

J. Jadwal Penelitian
Penelitian ini direncanakan selama 2 bulan dari bulan Pebruari-Maret 2012
Tabel 2
Kegiatan
Bulan
Pebruari
Maret
1
2
3
4
1
2
3
4
A. Persiapan








Observasi Awal








Konsultasi Judul








Penyusunan Proposal








B. Pelaksanaan








Pembuatan Instrumen








Pembelajaran Berdasarkan Siklus








C. Laporan








Penulisan PTK Bab I - V








Penyelesaian PTK








DAFTAR PUSTAKA
Depdiknas, (2000). Pedoman Pembuatan dan Penggunaan Alat Peraga/Praktik           Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar. Jakarta Dirjen Didaksmen

Kurikulum, (2004). Matematika Sekolah Dasar. Jakarta Dirjen Didaksemen.
Mahrum, (2006). Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Bangun Ruang dengan Menggunakan Alat Bantu Karton dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Skripsi Sarjana pada FIP UPI Kampus Tasikmalaya tidak dipublikasikan.

Russeffendi, E.T, (1996). Pendidikan Matematika 5
Soetopo, dan Munawati Fitriyah, (2004). Matematika Progresif untuk SD kelas 5. Widiya Utama. Jakarta

Suryasbrata, dan Sumardi. Metodologi Pendidikan. Jakarta Universitas Gajah Mada. Manajemen PT. Raya Grafindo Perioda.

Sutopo, dan Munawati Fitriyah, (2004) . Matematika Progresif  untuk SD kelas 5.
      Jakarta. Widiya Utama.

TIM MKPBM jurusan pendidikan, (2001). Strategi Pembelajaran Matematika Konterporer.

Titik Sudut, ( www.nanikira .files.worldpress.com/2009)
UPI, (2007). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Universitas Pelora dan Unggul
UPTD Kec. Bungursari (2007) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP 2006
Windayana , H (2007) Geometri dan Pengukuran.Bandung UPI Press
Yudiono, (2006) Cara cepat  Berhitung dan Rumus-rumus matematika




UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN
KONSEP UNSUR-UNSUR BANGUN DATAR
 DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKPERIMEN
SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR

(Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VSDN Sukamulya
Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya)

PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS




DISUSUN OLEH

ADE WOWON, S.Pd
NO Peserta.




SD NEGERI SUKAMULYA
KECAMATAN BUNGURSARI
KOTA TASIKMALAYA



LEMBAR PENGESAHAN


PROPOSAL
PENELITIAN TINDAKAN KELAS


UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN
KONSEP UNSUR-UNSUR BANGUN DATAR
 DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKPERIMEN
SISWA KELAS VSEKOLAH DASAR

(Penelitian Tindakan Kelas di Kelas VSDN Sukamulya
Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya)


Oleh :
ADE WOWON, S.Pd
NO Peserta.



Disahkan Oleh :
Kepala Sekolah
SDN Sukamulya


MINTARSIH, S.Pd
NIP.


DAFTAR ISI


Lembar Pengesahan
Daftar isi
A.      Judul …………………………………………………………………….. 1
B.       Latar Belakang Masalah ………………………………………………... 1
C.      Rumusan Masalah ………………………………………………………. 3
D.      Pemecahan Masalah …………………………………………………….  4
E.       Tujuan Penelitian ……………………………………………………….  5
F.       Manfaat Penelitian ……………………………………………………… 6
G.      Kajian Teori …………………………………………………………...... 7
H.      Hipotesis Tindakan …………………………………………………….. 10
I.         Rencana dan Prosedur Penelitian …………………………………….. 11
J.        Jadwal Penelitian ………………………………………………………  17

Daftar Pustaka …………………………………………………………  18









KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan ke Hadirat Illahi Robbi yang telah melimpahkan karunia-Nya kepada kita. Hanya dengan rahmat dan ijin-Nya penulis dapat menyelesaikan Proposal PTK ini
Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penulisan proposal PTK ini, terutama kepada Ibu Kepala Sekolah yang telah membimbing kami sehingga proposal PTK  ini bisa selesai.
Kami sadar bahwa proposal PTK ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan koreksi dari semua pihak kami tunggu, mudah-mudahan proposal PTK ini bisa bermanfaat bagi yang membacanya.
Semoga semua bantuan yang telah di sumbangkan menjadi amal saleh dan mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, Amiin.

Tasikmalaya ,      2012

                                                                               Penulis




http.//.adewowon.blogspot.com